Future plc, publisher teknologi global yang media kerap bahas dalam konteks AI Overviews publisher, kembali mengumumkan pengurangan staf pada Oktober 2026.
Tekanan traffic search—termasuk brand TechRadar dan Tom’s Guide—masih jadi sorotan.
Press Gazette melaporkan gelombang redundancies itu terjadi setelah restrukturisasi editorial awal tahun. Jumlah posisi Oktober perlu redaksi cek langsung di sumber asli sebelum tayang.
Laporan Press Gazette (5 Oktober 2026) memuat framing AI Overviews, namun headline media bukan bukti kausal tunggal.
Teks di bawah memisahkan fakta PHK, data audience UK, pernyataan Future, dan peran AI Overviews sebagai salah satu faktor—not satu-satunya penyebab.
Future Pangkas Staf dan Tekanan Traffic Search

Future memiliki puluhan brand teknologi dan lifestyle. TechRadar serta Tom’s Guide kerap jadi contoh saat pasar membahas publisher yang bergantung pada Google Search.
Pada 26 Januari 2026, Press Gazette melaporkan Future mengusulkan 45 redundancies editorial. Ada sekitar 15 peran baru—net sekitar 30 roles—pada brand termasuk TechRadar dan Tom’s Guide.
Angka itu konteks Januari, bukan otomatis angka Oktober.
Namun gelombang Oktober 2026 menandai tekanan bisnis berlanjut.
Tanpa jumlah resmi Oktober di draft ini, redaksi wajib verifikasi status proposal versus keputusan final sebelum tayang.
Tekanan AI Overviews pada Publisher TechRadar
Press Gazette mengutip data audience UK Ipsos iris—not seluruh traffic global atau klik organik Search Console.
Januari–Agustus 2026, audience TechRadar UK turun dari sekitar 3,4 juta ke 2,5 juta. Tom’s Guide UK turun dari 2,2 juta ke 1,4 juta.
Penurunan kasar Jan–Aug sekitar 26% untuk TechRadar dan 36% untuk Tom’s Guide (kalkulasi redaksi dari angka sumber).
Jika membandingkan dengan baseline Juli 2024, ringkasan Press Gazette menyebut penurunan audience UK sekitar 35% (TechRadar) dan 55% (Tom’s Guide).
Juli 2024 relevan karena masih pra-perluasan AI Overviews di Inggris. Google mengumumkan rollout UK pada 15 Agustus 2024 (Google Search blog), bukan Juli 2024.
| Metrik (UK, Ipsos iris via Press Gazette) | TechRadar | Tom’s Guide |
|---|---|---|
| Audience Jan 2026 | ~3,4 juta | ~2,2 juta |
| Audience Agustus 2026 | ~2,5 juta | ~1,4 juta |
| Perubahan Jan–Aug 2026 (kalkulasi) | ~−26% | ~−36% |
| vs baseline Jul 2024 (kutipan sumber) | ~−35% | ~−55% |
Korelasi waktu dengan AI Overviews menarik, tetapi belum membuktikan sebab tunggal.
Update algoritma, Discover, permintaan konten, dan strategi portofolio Future ikut masuk kemungkinan faktor.
Future Akui Tekanan Website Sessions
Manajemen Future pada hasil setengah tahun 2026 menyatakan website sessions turun sekitar 15% pada semester pertama (Future HY 2026).
Sekitar 16% revenue grup berkorelasi langsung dengan sessions tersebut. Mereka mengaitkan penurunan itu terutama dengan peningkatan AI Overviews year-on-year serta perubahan tampilan dan algoritma Search.
Programmatic advertising dan ecommerce merasakan tekanan. Direct advertising justru tumbuh.
Angka 15% revenue non-diversified brands—kelompok yang masih sangat terkait Google—berbeda dari exposure 16% terhadap sessions. Jangan campur keduanya menjadi “15–16% revenue dari Google”.
Penjelasan dampak AI Overviews pada situs web umum ada di artikel Google AI Overviews: efek positif dan negatif bagi website.
Kasus Future menunjukkan risiko bisnis ketika monetisasi masih sensitif terhadap sessions.
Strategi Google-Zero dan Posisi Google
Future memakai istilah Google-Zero untuk mendorong pertumbuhan lewat email, membership, social, dan direct advertising—bukan memblokir traffic Google.
Strategi channel-agnostic itu selaras tekanan pada brand non-diversified (~15% revenue grup).
Google menegaskan AI Overviews tetap menampilkan link ke web dan mengklaim klik dari fitur itu berkualitas dalam pengujian internal.
Baca klaim platform dan data publisher yang terdampak berdampingan. Jangan jadikan satu pihak sebagai satu-satunya kebenaran.
Bagi pemilik situs, fluktuasi ranking organik tetap relevan.
Lihat posisi website turun naik di Google bila traffic terasa tidak stabil meski indeks tetap hijau.
Pelajaran Publisher dan SEO Pasca AI Overviews
Search traffic tetap channel distribusi, bukan aset yang sepenuhnya Anda kendalikan.
Diversifikasi audience—newsletter, brand search, direct, community—mengurangi concentration risk bila SERP berubah.
SEO tidak mati. KPI bisnis sebaibnya melampaui ranking dan sessions semata.
Konteks algoritma lebih luas ada di berita Google DeepMind ARR dan perubahan algoritma.
Kombinasi organik plus paid kadang jadi jalan tengah. Bandingkan kebutuhan di iklan PPC vs SEO.
Menurut kami, narasi “AI Overview membunuh publisher” sama simplistiknya dengan “SEO sudah mati”.
Publisher Indonesia yang mayoritas trafficnya masih dari Google Search perlu audit exposure revenue per channel. Rencana diversifikasi realistis lebih penting daripada panik.
Tim CodeF memantau kebijakan Search untuk klien SEO dan website bisnis, tanpa menjanjikan traffic tetap seperti pra-AI Overviews.