Salesforce mengumumkan pada 30 September 2026 bahwa penggunaan agentic search sebagai langkah pertama perjalanan belanja tumbuh 200% year-on-year. Laporan Fourth Edition State of Commerce juga mencatat traffic rujukan AI chat ke situs commerce naik 150%–428% YoY per kuartal penelitian Salesforce. Perkembangan itu mempertegas bahwa belanja online AI chat bukan eksperimen UX semata—meski angka growth tetap berbeda dari pangsa traffic atau konversi.
Berikut sumber primer: rilis global di Salesforce News; versi Asia Pasifik di press release APAC. e27 (9 Oktober 2026) membingkai isu yang sama untuk retailer Asia Tenggara (AI chats as starting point for online shopping). Bagi pemilik toko WooCommerce di Indonesia, pertanyaannya bukan «apakah ChatGPT menggantikan Google», melainkan apakah katalog produk cukup jelas, konsisten, dan siap Anda distribusikan ke berbagai permukaan discovery.
Belanja Online AI Chat dan Agentic Search Salesforce
Salesforce memakai istilah agentic search untuk shopper yang memulai dengan pertanyaan ke LLM, asisten AI di situs retailer, atau antarmuka conversational lain—bukan hanya ChatGPT. Kenaikan 200% YoY mengacu pada frekuensi agentic search sebagai first step, bukan 200% seluruh transaksi ecommerce atau 200% pangsa pasar.
Traffic rujukan dari AI chat ke commerce site tumbuh sangat cepat menurut metrik yang sama, tetapi Salesforce juga menegaskan overall traffic commerce masih naik single-digit hingga low-double-digit. Jadi AI referral tumbuh dari basis yang lebih kecil; belum otomatis berarti AI sudah sumber traffic terbesar.

Survei melibatkan 3.450 profesional commerce di 20 negara (10 April–4 Juni 2026) dan 4.689 konsumen di 8 negara (12–18 Mei 2026). Data behavioral mencakup lebih dari 1,5 miliar shopper di 37 negara (Q1 2024–Q1 2026).
Agustus 2025–Mei 2026, Salesforce melaporkan discovery brand-owned turun 7% dan traditional search turun 15%. Sementara itu emerging channels—AI assistants, social media AI, delivery apps—naik 38% agregat. Jangan menulis «AI naik 38%»; angka itu campuran kanal, bukan satu platform.
Singapura dan Konteks Asia Tenggara
e27 menyoroti survei Salesforce untuk Singapura: 82% responden commerce menilai LLM akan essential untuk product discovery dalam setahun. Responden paling sering sebut persiapan berikut: kualitas konten produk (42%), optimasi conversational queries (40%), submit data feeds ke platform AI search (39%), deskripsi bahasa natural (38%). Sample Singapura dalam rilis AP: 100 commerce professionals. Jangan generalisasi angka 82% ke Indonesia atau ASEAN tanpa data setara.
Namun framing regional tetap relevan: customer journey retail makin terfragmentasi lintas marketplace, messaging, social, app, dan website owned. Laporan Salesforce adalah sinyal strategi, bukan studi ranking factor ChatGPT atau Google.
Tiga Lapis Data Produk: Page, Schema, Feed
Kajian CodeF menekankan satu prinsip: halaman produk, structured data, dan product feed harus mengekspresikan fakta katalog yang sama—title, deskripsi, harga, stok, varian, identitas (SKU/GTIN/MPN bila ada), brand, URL stabil.
Lapisan halaman tetap surface konversi dan kepercayaan. Structured data Product/Offer membantu mesin memahami penawaran. Google Search Central menjelaskan data terstruktur produk dapat membuat informasi eligible untuk rich result, bukan jaminan tampil (dokumentasi Product structured data). Product feed mengirim katalog langsung ke platform. Merchant bisa memperbarui inventory dan harga secara terkontrol tanpa menunggu crawl saja (share product data with Google).
Schema dan feed saling melengkapi; feed tidak menggantikan halaman crawlable, internal link, atau konten owned. SEO tradisional belum «mati» meski traditional-search discovery turun 15% dalam periode studi. Campuran discovery makin terpecah.
WooCommerce, Google Merchant, dan OpenAI Feed Terpisah
Untuk WooCommerce, ekstensi resmi Google for WooCommerce mensinkronkan data produk ke Google Merchant Center (dokumentasi Google for WooCommerce). Itu jalur Google—belum otomatis mengisi katalog ChatGPT.
OpenAI memublikasikan spesifikasi Agentic Commerce product feeds untuk discovery di ChatGPT (developers.openai.com/commerce/specs). OpenAI memperbarui Merchant Feed Terms 15 Juni 2026. Feed Google Merchant dan feed OpenAI dapat berbagi model data serupa, tetapi onboarding, format, dan eligibility berbeda. Jalur «Google-compatible» OpenAI pun punya syarat konfirmasi format—bukan upload XML Merchant sembarangan.
Produk variabel WooCommerce kerap rawan mismatch antara structured data per-variation dan feed. Tim sebaiknya audit manual bila harga atau identifier berbeda antar lapisan. Tidak ada plugin yang menjamin rekomendasi ChatGPT hanya karena schema atau feed terpasang.
Deskripsi Produk dan Conversational Query
Retailers di sample Singapura fokus menulis deskripsi factual—ukuran, kompatibilitas, garansi, pengiriman—bukan copy generik berisi keyword stuffing atau teks AI filler. Conversational-friendly ≠ paragraf marketing kosong; data salah atau stale merusak trust mesin dan manusia.
Tim yang menyiapkan konten readable untuk agen AI bisa melanjutkan praktik feed Markdown on-site. Lihat panduan Markdown feed di WordPress untuk agen AI. Pola kutipan platform sosial di jawaban AI Google vs ChatGPT berbeda. Selanjutnya, baca studi SE Ranking tentang media sosial di AI Overviews sebagai konteks discovery non-ecommerce.
Checklist Belanja Online AI Chat untuk Toko Online
Prioritas operasional untuk toko online: (1) single source of truth di katalog WooCommerce. (2) Validasi Product structured data vs tampilan halaman. (3) Feed Merchant Center bila relevan Google Shopping/free listings. (4) Evaluasi eligibility OpenAI Agentic Commerce bila target ChatGPT discovery.
Akhirnya, pantau referral traffic dan conversion dari sumber AI di analytics—bukan asumsi pertumbuhan 428% otomatis ke revenue. Perilaku shopper berubah cepat; angka Salesforce snapshot musim panas 2026. Pemilik toko yang ingin membangun ulang arsitektur data produk—bukan hanya skin tema—dapat memetakan scope lewat pembuatan toko online WordPress, tetap tanpa janji ranking atau rekomendasi AI. Pantau pembaruan spesifikasi feed OpenAI (Stable vs Draft), kebijakan Google product data, serta apakah pertumbuhan agentic search di APAC mengikuti pola global kuartal berikutnya.