Kebijakan Google Business Profile kini membedakan aturan untuk listing (identitas permanen bisnis) dan Posts (konten sementara). Merchant jangan menaruh promo berbatas waktu, harga, dan direct call-to-action di listing. Namun Google tetap mengizinkan Offer dan Update promosi di Posts.
Hiroko Imai menemukan perubahan di bagian Advertising & solicitation («For merchants»). Kemudian Barry Schwartz melaporkannya di Search Engine Roundtable (6 Oktober 2026). Acuan teknis tetap halaman kebijakan resmi Google, bukan ringkasan media.
UMKM di Indonesia sering menempel copy kampanye WhatsApp ke deskripsi profil. Itu justru area yang Google rapikan—bukan melarang seluruh promosi di profil.
Highlight
Google Perbarui Kebijakan Business Profile: Promo Dilarang di Listing, Tetap Boleh di Posts
- Listing = identitas permanen; Posts = update, Offer, Event temporal.
- Di listing: time-bound promo, pricing, dan direct CTA pada konten promosi/commercial dilarang merchant.
- Di Posts: Google menyatakan Offer/Update promosi tetap permitted; fitur Offer/Call Now resmi masih ada.
- Posts: email, telepon, sosmed, atau link web yang tidak terkait bisnis berisiko ditolak/dihapus.
- Pelanggaran kebijakan ≠ faktor ranking; dampaknya moderasi konten/akun, bukan «hack» local SEO.
- Hotel punya pengecualian: tidak boleh Offer/deals Posts meski merchant lain boleh.
Apa bedanya listing dan Posts di Google Business Profile?

Listing menampung nama, kategori, alamat atau area layanan, jam buka, dan deskripsi faktual—kontribusi yang mendefinisikan identitas permanen bisnis di Maps. Menurut Google, kontribusi Maps harus mencerminkan pengalaman nyata atau identitas permanen bisnis.
Posts adalah saluran temporal: pengumuman, penawaran, acara, atau update operasional. Kampanye «diskon minggu ini» cocok di Posts. Jangan simpan copy itu sebagai deskripsi listing permanen.
Selanjutnya, subbagian «For merchants» di Prohibited & restricted content memecah aturan menjadi «In the listing» dan «In posts». Jadi, inti update ini sering salah dibaca merchant.
Kebijakan Google Business Profile di listing
Untuk merchant, Google melarang menaruh promotional or commercial content di listing bila memuat:
- promo berbatas waktu (time-bound promotions);
- harga (pricing);
- ajakan langsung (direct calls-to-action).
Contoh hipotetis yang berisiko: «Diskon 20% sampai Minggu», «Mulai Rp99.000», «Hubungi sekarang untuk pesan», atau «Promo Oktober». Google tidak selalu memuat kalimat persis itu; kategori inilah yang perlu Anda hindari di identitas permanen.
Nomor telepon, website, atau profil sosial resmi di field verifikasi profil utama bukan hal yang sama dengan copy promosi di deskripsi. Jangan menaruh CTA transaksional di teks listing. UI profil sudah menyediakan tombol Call dan website resmi.
Bila bisnis Anda pun mengandalkan website organik, fluktuasi visibilitas Search terpisah dari moderasi GBP. Baca kenapa posisi website bisa turun naik agar tidak menyamakan penolakan Post dengan algoritma ranking web.
Kebijakan Google Business Profile untuk Posts promosi

Koreksi penting: Google secara eksplisit menyatakan offer dan update yang terlihat promosi/commercial «otherwise permitted in posts». Headline «Google melarang semua promo di Business Profile» keliru—Google membatasi lokasi promosi, bukan fitur Posts.
Dokumentasi Create & manage posts masih mengajak merchant memakai Posts untuk announcements, offers, updates, events, sales, specials, dan deals. Jenis Post: Update, Offer, dan Event.
Offer Post resmi bisa memuat judul, tanggal, deskripsi, gambar, kode kupon, link tujuan, dan syarat ketentuan. Merchant jangan memakai direct CTA di listing promosi. Sebaliknya, tombol aksi di Post (Call Now, Learn More, Book, Order) tetap fitur produk resmi.
Mix marketing lokal: Posts untuk kampanye singkat; website + SEO untuk aset jangka panjang. Lalu perbandingan iklan PPC vs SEO membantu alokasi anggaran bila Maps dan Search saling melengkapi.
Telepon, link, dan sosmed di Posts
Di Posts, Google melarang merchant memasukkan alamat email, nomor telepon, link media sosial, atau link ke website jika tidak terkait bisnis («links … that are not related to your business»).
Tetapi link ke landing page promo di domain Anda sendiri atau tombol aksi resmi masih selaras docs—asalkan relevan dengan bisnis dan Post, serta tidak melanggar kebijakan lain.
Kebijakan konten Posts (posts content policy) menegaskan Google bisa menolak Posts yang memuat contact information tidak terverifikasi. Untuk telepon, Google menyarankan tombol Call now yang mengambil nomor terverifikasi dari profil—not mengetik nomor baru di body Post.
Menurut kami, menempel nomor WhatsApp cadangan di caption Post sering kena «Not approved»; lebih aman arahkan ke Call now atau URL resmi bisnis.
Tabel ringkas: listing vs Posts
| Area | Dibatasi / dilarang (merchant) | Masih diperbolehkan |
|---|---|---|
| Listing | Promo berbatas waktu, pricing, direct CTA pada konten promosi | Identitas faktual, kategori, jam, kontak terverifikasi |
| Posts | Email/telepon/sosmed/link tidak terkait bisnis di isi Post | Offer, Update, Event; link/CTA resmi Post |
| Contact | Contact unverified di teks Post berisiko dihapus | Call now dari nomor profil terverifikasi |
| Kategori khusus | Industri regulated + aturan tambahan | Hotel: local posts OK, Offer/deals Posts tidak |
Akhirnya, baris hotel merujuk pengecualian category-specific di posts content policy—not semua merchant boleh Offer posts tanpa cek kategori.
Industri dengan regulasi ketat (alkohol, kesehatan, keuangan, dan sejenisnya) pun punya aturan restricted content terpisah. Meskipun promo Posts umumnya masih boleh, produk atau layanan terbatas tetap tunduk batasan tambahan.
Pelanggaran kebijakan Google Business Profile dan SEO
Pelanggaran kebijakan dapat memicu penghapusan konten, pembatasan hak akses akun, atau terminasi—tergantung severity dan pola. Apabila Anda menemukan satu kalimat promo di listing, itu tidak otomatis menjamin suspension; jangan mengarang tingkat enforcement.
Walau demikian, tidak ada bukti publik bahwa wording compliant listing langsung menaikkan local pack ranking. Kebijakan ini soal moderasi platform, bukan sinyal ranking resmi. Posting Offer tidak «menaikkan SEO» otomatis—manfaatnya discovery Maps dan engagement, bukan hack algoritma.
Profil tampil di Maps tetapi situs organik stagnan? Masalah indexing terpisah—lihat tidak tampil di Google meski sudah terindex bila yang Anda audit adalah website, bukan GBP.
Perubahan tampilan Search (AI Overviews, dll.) juga memengaruhi traffic web, bukan substitusi aturan merchant—konteks Google AI Overviews bagi website relevan terpisah dari kepatuhan Posts.
Checklist audit Google Business Profile
- Baca ulang deskripsi listing; pindahkan promo, harga, dan CTA ke Offer/Update Post.
- Pastikan identitas listing faktual: nama legal, kategori, area layanan, jam—selaras NAP di website.
- Buat Offer Post untuk diskon berbatas waktu; cantumkan tanggal berakhir resmi di form Google.
- Pakai tombol Call now / Learn More / Book—not nomor atau email manual di body Post.
- Pastikan setiap link Post menuju halaman bisnis Anda yang relevan, bukan shortlink acak pihak ketiga.
- Cek kategori bisnis: hotel dan industri regulated punya larangan tambahan.
- Pantau status Post (Live, Pending, Not approved) setelah publish.
- Jangan meminta review dengan imbalan—aturan review terpisah dari merchant Posts.
Setelah audit, sinkronkan pesan di website company profile agar pengunjung yang klik dari Maps tidak melihat penawaran yang sudah expired. Tim CodeF sering mengecek konsistensi copy GBP dengan halaman landing saat maintenance website klien UMKM—terutama bila deskripsi lama masih berisi «promo permanent».