Panduan lengkap fungsi DNS Record Cloudflare ini dibuat untuk pemilik website, admin WordPress, developer pemula, dan tim bisnis yang ingin domainnya aktif tanpa salah arah. DNS sering terlihat seperti panel teknis yang penuh istilah, padahal dampaknya langsung terasa: website bisa dibuka, email bisnis masuk, subdomain aktif, SSL berjalan, dan layanan pihak ketiga berhasil diverifikasi.
Cloudflare berada di titik penting antara domain, server, browser pengunjung, email, CDN, dan firewall. Satu record yang keliru bisa membuat website tidak terbuka. Satu proxy yang salah bisa membuat email berhenti. Satu TXT yang kurang lengkap bisa membuat verifikasi Google Search Console gagal.
CodeF sering menemukan masalah seperti ini saat mengerjakan pesanan jasa pembuatan website, maintenance, migrasi hosting, setup WordPress, landing page, dan aplikasi web. Artikel ini membedah fungsi DNS record Cloudflare, cara setting, contoh konfigurasi, status Proxied, DNS Only, CNAME flattening, sampai contoh otomatisasi lewat API.
Apa Itu DNS Record Cloudflare?
DNS Record Cloudflare adalah catatan teknis yang memberi tahu internet ke mana sebuah domain harus diarahkan. Browser tidak membaca nama domain sebagai alamat final. Browser perlu menerjemahkan domainanda.com menjadi alamat server, mail server, layanan verifikasi, atau target lain yang bisa diproses mesin.
Artikel Terkait:
- 9 Fitur Wajib Website Sales Mobil untuk Banjir Prospek & SPK
- Fitur Website Kantor Hukum: Elemen Wajib dan Opsional untuk Membangun Kredibilitas Digital
- Panduan Teknis Fitur Website Organisasi: Arsitektur Sistem untuk Nirlaba dan Keagamaan
- Fitur Aplikasi Sekolah Modern Terlengkap 2026: Blueprint Teknis untuk Developer & Institusi
- Cara Atasi Error “Sorry, You Are Not Allowed to Access This Page” di WordPress (Pasca Migrasi, Restore, & Update)
Cloudflare berperan sebagai DNS manager. Setelah nameserver domain diarahkan ke Cloudflare, pengelolaan record dilakukan dari dashboard Cloudflare. Di sana Anda bisa menambah A record, CNAME, MX, TXT, AAAA, SRV, CAA, NS, PTR, dan record lain sesuai kebutuhan.
Secara sederhana, DNS record menjawab pertanyaan berikut:
- Website utama diarahkan ke IP server mana?
- Subdomain
wwwmengikuti domain utama atau server lain? - Email bisnis memakai Google Workspace, Zoho, cPanel, atau layanan lain?
- Google Search Console perlu verifikasi TXT apa?
- Cloudflare harus melindungi trafik web atau hanya meneruskan DNS?
Ubersuggest menampilkan cluster pencarian seperti cara setting DNS Cloudflare, cloudflare dns settings, cloudflare a record, cloudflare cname, cloudflare mx records, cloudflare spf record, dan cloudflare api update dns record. Artinya, pembaca tidak hanya mencari definisi. Mereka ingin tahu fungsi setiap record dan cara menaruh nilainya dengan benar.
Cara Kerja Cloudflare sebagai DNS Manager
Anggap domain sebagai nama toko. Server adalah bangunannya. DNS adalah papan arah yang memberi tahu pengunjung lokasi bangunan itu. Cloudflare menjadi pengelola papan arah tersebut, sekaligus bisa menjadi lapisan perlindungan bila record web dibuat Proxied.
Saat domain memakai nameserver Cloudflare, alurnya berjalan seperti ini:
- Pengunjung mengetik domain di browser.
- Resolver DNS mencari nameserver domain.
- Nameserver Cloudflare memberi jawaban DNS.
- Jika record DNS Only, resolver menerima IP asli server.
- Jika record Proxied, resolver menerima IP Cloudflare.
- Browser melanjutkan koneksi ke alamat yang diberikan.
Di sinilah Cloudflare berbeda dari panel DNS biasa. Untuk record web seperti A, AAAA, dan CNAME, Cloudflare bisa bertindak sebagai proxy. Trafik melewati jaringan Cloudflare, sehingga fitur CDN, cache, SSL, WAF, analytics, dan proteksi DDoS dapat bekerja.
Jika website bisnis sudah berjalan dan Anda ingin memperbaiki DNS, keamanan, cache, dan performa tanpa membangun ulang dari nol, CodeF dapat membantu lewat jasa maintenance website.
Langkah Awal Sebelum Setting DNS Cloudflare
Jangan langsung mengubah record sebelum tahu posisi domain dan server. Banyak masalah DNS muncul karena orang menyalin record lama tanpa memahami fungsinya.
1. Catat IP Hosting atau Server
Untuk website biasa, Anda membutuhkan IP server. IP ini diberikan oleh hosting, VPS, panel cPanel, Plesk, CyberPanel, atau provider cloud. IP tersebut akan dipakai pada A record.
Contoh:
Type: A
Name: @
Content: 192.0.2.10
Proxy status: Proxied
TTL: Auto
IP 192.0.2.10 di atas hanya contoh dokumentasi. Jangan dipakai untuk website aktif.
2. Pastikan Nameserver Sudah Mengarah ke Cloudflare
Cloudflare hanya bisa menjadi DNS aktif jika nameserver domain di registrar sudah diganti ke nameserver yang diberikan Cloudflare. Formatnya umumnya seperti nama.ns.cloudflare.com.
Jika nameserver masih mengarah ke registrar lama, perubahan record di Cloudflare tidak akan memberi efek pada domain publik.
3. Simpan Record Lama Sebelum Migrasi
Sebelum memindahkan DNS ke Cloudflare, ekspor atau salin record lama. Catat A, CNAME, MX, TXT, SPF, DKIM, DMARC, subdomain, dan record verifikasi. Ini penting agar website dan email tidak putus setelah migrasi.
Untuk website WordPress yang pindah hosting atau masuk tahap perbaikan teknis, CodeF sering menggabungkan audit DNS dengan website WordPress agar domain, SSL, cache, dan halaman admin berjalan stabil.
Jenis DNS Record Cloudflare dan Fungsinya
Setiap DNS record punya tugas berbeda. Jangan memakai CNAME jika yang dibutuhkan adalah IP. Jangan membuat MX menjadi Proxied. Jangan menumpuk A record dan CNAME pada nama yang sama karena Cloudflare API mencatat bahwa A atau AAAA tidak bisa berada pada nama yang sama dengan CNAME.
A Record
A record mengarahkan domain atau subdomain ke alamat IPv4. Ini record paling sering dipakai untuk website.
Contoh untuk domain utama:
Type: A
Name: @
IPv4 address: 192.0.2.10
TTL: Auto
Proxy status: Proxied
Gunakan @ untuk root domain seperti domainanda.com. Gunakan nama subdomain seperti blog untuk blog.domainanda.com.
AAAA Record
AAAA record mengarahkan domain ke alamat IPv6. Fungsinya mirip A record, tetapi alamatnya lebih panjang dan memakai format IPv6.
Type: AAAA
Name: @
IPv6 address: 2001:db8:85a3::8a2e:370:7334
TTL: Auto
Proxy status: Proxied
Gunakan AAAA hanya jika server menyediakan IPv6. Jika hosting hanya memberi IPv4, A record sudah cukup.
CNAME Record
CNAME record membuat alias dari satu nama ke nama lain. Record ini tidak langsung menunjuk IP. CNAME menunjuk hostname.
Contoh paling umum adalah membuat www mengikuti domain utama:
Type: CNAME
Name: www
Target: domainanda.com
TTL: Auto
Proxy status: Proxied
Cloudflare mendukung CNAME flattening. Menurut dokumentasi Cloudflare, CNAME flattening membuat Cloudflare mencari IP akhir dari target CNAME lalu mengembalikan IP tersebut. Fitur ini juga membuat CNAME di zone apex atau root domain bisa dipakai dalam kondisi tertentu.
Catatan penting: jika CNAME dipakai untuk verifikasi layanan pihak ketiga, jangan sembarang mengaktifkan flattening untuk semua CNAME. Cloudflare memperingatkan bahwa verifikasi bisa gagal jika layanan pihak ketiga perlu melihat CNAME asli.
MX Record
MX record menentukan server email untuk domain. Record ini dipakai agar alamat seperti admin@domainanda.com bisa menerima email.
MX record tidak memakai proxy Cloudflare. Biarkan DNS Only.
Type: MX
Name: @
Mail server: smtp.google.com
Priority: 1
TTL: Auto
Proxy status: DNS Only
Nilai mail server di atas hanya contoh. Ikuti instruksi provider email yang Anda pakai, seperti Google Workspace, Zoho Mail, Microsoft 365, Titan, atau mail server hosting.
TXT Record
TXT record menyimpan teks untuk verifikasi dan autentikasi. Record ini sering dipakai untuk Google Search Console, SPF, DKIM, DMARC, Microsoft, Meta Business, dan layanan SaaS lain.
Contoh verifikasi Google Search Console:
Type: TXT
Name: @
Content: google-site-verification=kode-verifikasi-anda
TTL: Auto
Contoh SPF sederhana:
Type: TXT
Name: @
Content: v=spf1 include:_spf.google.com ~all
TTL: Auto
SPF harus disesuaikan dengan provider email. Jangan membuat banyak SPF pada root domain karena itu bisa memicu error validasi. Gabungkan mekanisme pengiriman email dalam satu SPF jika domain memakai lebih dari satu layanan.
DKIM Record
DKIM membuktikan bahwa email benar-benar dikirim oleh domain yang sah. Provider email akan memberikan selector dan nilai DKIM. Di Cloudflare, DKIM sering dibuat sebagai TXT atau CNAME, tergantung instruksi provider.
Type: TXT
Name: google._domainkey
Content: v=DKIM1; k=rsa; p=MIIBIjANBgkqh...
TTL: Auto
Jangan mengetik manual nilai DKIM yang panjang jika bisa disalin langsung dari provider. Satu karakter salah bisa membuat autentikasi gagal.
DMARC Record
DMARC memberi kebijakan kepada penerima email saat SPF atau DKIM gagal. Record ini membantu mengurangi spoofing domain.
Type: TXT
Name: _dmarc
Content: v=DMARC1; p=none; rua=mailto:dmarc@domainanda.com
TTL: Auto
Untuk tahap awal, p=none berguna untuk monitoring. Setelah yakin konfigurasi email benar, kebijakan bisa dinaikkan ke quarantine atau reject.
NS Record
NS record menunjuk nameserver untuk domain atau subdomain. Di level registrar, NS menentukan siapa pengelola DNS utama domain. Di Cloudflare, NS record bisa dipakai untuk mendelegasikan subdomain tertentu ke DNS provider lain.
Contoh skenario: domain utama dikelola Cloudflare, tetapi shop.domainanda.com harus dikelola platform toko tertentu.
Type: NS
Name: shop
Nameserver: ns1.provider-toko.example
TTL: Auto
Jangan mencampur NS record dengan record lain pada nama yang sama. Cloudflare API memberi catatan bahwa NS record tidak bisa berada pada nama yang sama dengan record tipe lain.
SRV Record
SRV record mendefinisikan lokasi layanan tertentu, lengkap dengan port, protokol, prioritas, dan bobot. Record ini sering muncul pada VoIP, XMPP, Microsoft 365, server game, dan layanan yang butuh endpoint non-web.
Type: SRV
Service: _sip
Protocol: _tcp
Name: @
Priority: 10
Weight: 5
Port: 5060
Target: sip.domainanda.com
CAA Record
CAA record mengatur Certificate Authority mana yang boleh menerbitkan SSL untuk domain. Record ini berguna untuk kontrol keamanan sertifikat.
Type: CAA
Name: @
Tag: issue
Value: letsencrypt.org
TTL: Auto
Jika salah mengatur CAA, penerbitan SSL bisa gagal. Gunakan CAA hanya jika Anda paham CA yang dipakai website, email, atau layanan hosting.
PTR Record
PTR record dipakai untuk reverse DNS. Pada banyak kasus, PTR tidak diatur dari DNS Cloudflare biasa, melainkan dari provider IP atau server. Record ini sering relevan untuk mail server mandiri.
Jika Anda tidak mengelola mail server sendiri, kemungkinan besar PTR tidak perlu disentuh.
Proxied vs DNS Only di Cloudflare
Status proxy Cloudflare sering membuat pemula ragu. Di dashboard, status ini terlihat sebagai awan oranye dan awan abu-abu.
Proxied atau Awan Oranye
Proxied berarti trafik web melewati Cloudflare. Pengunjung tidak langsung melihat IP server asli. Cloudflare mengembalikan IP anycast miliknya dan meneruskan trafik ke origin.
Gunakan Proxied untuk:
- Domain utama yang melayani website.
- Subdomain web seperti
www,blog, atauapp. - Landing page kampanye.
- Aplikasi web HTTP atau HTTPS.
Cloudflare menjelaskan bahwa record DNS Only akan mengekspos IP origin. Untuk record yang melayani web traffic, kondisi ini dapat membuat server lebih mudah ditargetkan langsung. Karena itu, Proxied masuk akal untuk website publik.
Untuk proyek yang memiliki form, login, dashboard, dan endpoint aplikasi, CodeF menyelaraskan proxy, SSL, cache, dan routing sejak tahap jasa pembuatan aplikasi web.
DNS Only atau Awan Abu-Abu
DNS Only berarti Cloudflare hanya menjawab DNS. Trafik tidak melewati proxy Cloudflare. Resolver akan menerima alamat asli yang Anda masukkan.
Gunakan DNS Only untuk:
- MX record dan record email.
- TXT verifikasi domain.
- SPF, DKIM, dan DMARC.
- FTP, SSH, atau panel server tertentu.
- Record SaaS yang meminta CNAME tidak diproxy.
- Layanan non-HTTP yang tidak kompatibel dengan proxy Cloudflare.
Jika email bisnis bermasalah setelah migrasi Cloudflare, periksa MX, SPF, DKIM, DMARC, dan pastikan record email tidak dipaksa memakai proxy.
Cara Setting DNS Record Cloudflare dari Dashboard
Langkah berikut cocok untuk pemula yang baru menambahkan domain ke Cloudflare.
- Login ke Cloudflare.
- Pilih domain yang ingin diatur.
- Buka menu DNS lalu Records.
- Klik Add record.
- Pilih tipe record, misalnya A, CNAME, MX, atau TXT.
- Isi Name sesuai kebutuhan:
@,www,mail, atau subdomain lain. - Isi Content, Target, IPv4, mail server, atau value sesuai tipe record.
- Atur TTL ke Auto jika tidak punya kebutuhan khusus.
- Pilih Proxied atau DNS Only sesuai fungsi record.
- Simpan lalu uji dari browser, terminal, atau DNS checker.
Untuk website company profile, landing page, toko online, dan portal bisnis, DNS tidak boleh berdiri sendiri. Struktur halaman, SSL, cache, redirect, dan URL canonical juga perlu konsisten. CodeF mengatur bagian ini saat membangun website perusahaan agar fondasi teknis tidak mengganggu kredibilitas bisnis.
Contoh Konfigurasi DNS Cloudflare 2026
Bagian ini memakai contoh domain domainanda.com. Ganti semua nilai dengan data dari hosting, email provider, dan layanan yang Anda gunakan.
Konfigurasi Website WordPress Standar
A @ 192.0.2.10 Proxied
CNAME www domainanda.com Proxied
TXT @ google-site-verification=kode-anda DNS Only
Konfigurasi ini cocok untuk website utama yang berada di satu hosting. Domain root mengarah ke IP server. Subdomain www mengikuti root domain.
Konfigurasi Email Google Workspace
MX @ smtp.google.com Priority 1
TXT @ v=spf1 include:_spf.google.com ~all
TXT google._domainkey v=DKIM1; k=rsa; p=kode-dkim
TXT _dmarc v=DMARC1; p=none; rua=mailto:dmarc@domainanda.com
Ikuti dokumentasi Google Workspace saat membuat MX, SPF, DKIM, dan DMARC. Nilai bisa berubah sesuai konfigurasi akun.
Konfigurasi Subdomain untuk Aplikasi
A app 192.0.2.20 Proxied
CNAME api app.domainanda.com Proxied
TXT api vendor-verification=kode-vendor DNS Only
Untuk aplikasi web, pisahkan domain utama, subdomain aplikasi, dan endpoint API. Pemisahan ini membantu pengaturan cache, firewall rule, cookie, dan deployment.
Jika sistem dibuat dengan Laravel atau CodeIgniter, CodeF dapat menghubungkan DNS, server, route aplikasi, dan deployment melalui web app Laravel CodeIgniter.
Konfigurasi Landing Page Iklan
A promo 192.0.2.30 Proxied
CNAME lp promo.domainanda.com Proxied
Landing page iklan perlu cepat, stabil, dan tidak salah redirect. DNS yang rapi membantu tracking, SSL, dan halaman kampanye berjalan lebih bersih.
Pada proyek landing page iklan, CodeF memisahkan subdomain kampanye agar pengujian halaman tidak mengganggu website utama.
Menambah DNS Record Cloudflare via API
Developer atau pengelola banyak domain tidak selalu efisien memakai dashboard. Cloudflare menyediakan endpoint API POST /zones/{zone_id}/dns_records untuk membuat record baru. Dokumentasi Cloudflare juga menyarankan API Token sebagai skema otorisasi utama dibanding Global API Key.
Contoh berikut memakai PHP cURL untuk membuat A record baru. Simpan token di environment variable jika dipakai pada sistem nyata.
<?php
$apiToken = getenv('CLOUDFLARE_API_TOKEN');
$zoneId = getenv('CLOUDFLARE_ZONE_ID');
$endpoint = "https://api.cloudflare.com/client/v4/zones/$zoneId/dns_records";
$data = [
'type' => 'A',
'name' => 'promo',
'content' => '192.0.2.30',
'ttl' => 1,
'proxied' => true
];
$ch = curl_init();
curl_setopt($ch, CURLOPT_URL, $endpoint);
curl_setopt($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, true);
curl_setopt($ch, CURLOPT_POST, true);
curl_setopt($ch, CURLOPT_POSTFIELDS, json_encode($data));
curl_setopt($ch, CURLOPT_HTTPHEADER, [
'Authorization: Bearer ' . $apiToken,
'Content-Type: application/json'
]);
$result = curl_exec($ch);
$httpCode = curl_getinfo($ch, CURLINFO_HTTP_CODE);
$error = curl_error($ch);
curl_close($ch);
if ($error) {
echo "cURL error: " . $error;
exit;
}
if ($httpCode >= 200 && $httpCode < 300) {
echo "Sukses. DNS record berhasil dibuat.";
} else {
echo "Gagal. HTTP $httpCode: " . $result;
}
?>
Jangan menyimpan API Token langsung di file publik. Batasi permission token hanya untuk zone dan fitur DNS yang diperlukan. Jika token bocor, orang lain bisa mengubah arah domain Anda.
Untuk kebutuhan otomasi deployment, dashboard admin, atau fitur manajemen domain, CodeF bisa menyiapkan alur API semacam ini pada fitur aplikasi manajemen agar proses teknis tidak dikerjakan manual berulang.
Masalah Umum DNS Cloudflare dan Cara Membacanya
DNS error sering terasa membingungkan karena gejalanya mirip. Website tidak terbuka, email tidak masuk, SSL error, redirect berulang, atau subdomain tidak aktif. Baca masalahnya dari record yang paling dekat dengan gejala.
Website Tidak Bisa Diakses
Cek A record untuk root domain. Pastikan IP benar. Jika memakai www, cek CNAME www. Buka domain dengan dan tanpa www. Jika salah satu mati, record atau redirect belum lengkap.
Email Tidak Masuk
Cek MX record, SPF, DKIM, dan DMARC. Pastikan MX mengarah ke mail server yang benar. Jangan proxy record email. Pastikan tidak ada SPF ganda pada nama @.
Subdomain Tidak Aktif
Cek apakah subdomain memakai A atau CNAME. Pastikan target masih hidup. Jika target adalah layanan pihak ketiga, baca instruksi mereka: beberapa layanan meminta DNS Only dan tidak menerima CNAME yang diproxy.
SSL Error Setelah Pindah ke Cloudflare
Cek mode SSL/TLS di Cloudflare dan sertifikat di server asal. Jika server tidak punya SSL valid, mode Full Strict dapat menimbulkan error. Gunakan sertifikat origin yang benar agar koneksi Cloudflare ke server aman.
Verifikasi Domain Gagal
Untuk verifikasi TXT, pastikan Name dan Content sama dengan instruksi layanan. Untuk CNAME verification, gunakan DNS Only jika provider memintanya. Periksa juga apakah CNAME flattening mengganggu verifikasi.
Record Terlihat Benar tetapi Belum Berubah
Masalah bisa berasal dari cache DNS lokal, cache browser, resolver ISP, atau TTL lama. Coba flush DNS lokal, gunakan browser incognito, cek lewat resolver berbeda, lalu bandingkan hasil dengan DNS checker.
Jika konfigurasi Cloudflare berkaitan dengan firewall, cache, dan keamanan aplikasi, baca juga panduan konfigurasi Cloudflare WAF agar DNS dan perlindungan trafik web berjalan searah.
Artikel Lainnya:
Checklist Setting DNS Cloudflare untuk Pemula
Gunakan checklist ini sebelum menganggap konfigurasi selesai.
- Nameserver domain sudah mengarah ke Cloudflare.
- A record root domain memakai IP hosting yang benar.
- CNAME
wwwmengarah ke root domain atau target yang tepat. - Record web memakai Proxied jika ingin memakai CDN dan proteksi Cloudflare.
- MX record memakai DNS Only.
- TXT SPF hanya satu untuk root domain.
- DKIM disalin lengkap tanpa karakter terpotong.
- DMARC dibuat minimal untuk monitoring.
- Record verifikasi pihak ketiga mengikuti instruksi persis.
- Tidak ada A/AAAA dan CNAME pada nama yang sama.
- Tidak ada NS record bercampur dengan tipe lain pada nama yang sama.
- Subdomain penting sudah diuji dari jaringan berbeda.
- SSL sudah aktif dan tidak memicu redirect loop.
- API Token tidak disimpan di repository publik.
Untuk website yang sudah punya banyak halaman, plugin, formulir, sistem email, dan integrasi pihak ketiga, checklist ini bisa berkembang menjadi audit teknis. CodeF menangani hal tersebut pada maintenance web agar masalah kecil tidak berubah menjadi downtime panjang.
Kapan Perlu Bantuan Teknis untuk DNS Cloudflare?
DNS terlihat sederhana saat hanya ada satu domain dan satu hosting. Tingkat risikonya naik saat website memiliki email bisnis, subdomain aplikasi, CDN, landing page iklan, staging, redirect, integrasi SaaS, API, dan banyak record verifikasi.
Anda sebaiknya meminta bantuan teknis jika:
- Website tidak bisa dibuka setelah pindah nameserver.
- Email bisnis berhenti menerima atau mengirim pesan.
- SSL error muncul setelah Cloudflare aktif.
- Subdomain aplikasi tidak mengarah ke server yang benar.
- Provider SaaS meminta CNAME atau TXT yang membingungkan.
- Anda perlu memindahkan hosting tanpa downtime panjang.
- Anda ingin mengatur Cloudflare WAF, cache, redirect, dan DNS sekaligus.
Jika website Anda sedang dibuat ulang, dipindahkan, atau sering error setelah perubahan DNS, CodeF bisa membantu audit dan konfigurasi dari domain sampai server. Untuk website profil bisnis, pengaturan ini bisa digabung dengan website. Untuk toko online, DNS perlu dibaca bersama checkout, email transaksi, katalog, dan tracking melalui web toko online Anda.
FAQ DNS Record Cloudflare
Apa fungsi DNS record Cloudflare?
DNS record Cloudflare mengatur arah domain, subdomain, email, verifikasi, dan layanan lain. Record ini menentukan apakah domain menuju IP hosting, mail server, target CNAME, atau nilai TXT tertentu.
Bagaimana cara setting DNS Cloudflare untuk website?
Masuk ke dashboard Cloudflare, pilih domain, buka DNS Records, tambah A record untuk root domain, isi IP hosting, atur TTL Auto, lalu aktifkan Proxied jika domain melayani trafik web.
Apa bedanya Proxied dan DNS Only?
Proxied membuat trafik web melewati Cloudflare. DNS Only hanya memberikan jawaban DNS tanpa proxy. Gunakan Proxied untuk website. Gunakan DNS Only untuk email, verifikasi domain, SSH, FTP, dan layanan non-web.
Apakah MX record boleh Proxied?
Tidak. MX record harus DNS Only karena email tidak berjalan melalui proxy HTTP Cloudflare. Jika record email dipaksa salah, email bisnis bisa gagal menerima pesan.
Kenapa CNAME Cloudflare tidak bekerja?
Penyebabnya bisa target salah, CNAME berada pada nama yang sama dengan A record, proxy tidak sesuai instruksi provider, atau CNAME flattening mengganggu verifikasi pihak ketiga.
Berapa lama propagasi DNS Cloudflare?
Perubahan di Cloudflare sering cepat, tetapi perangkat, browser, resolver ISP, dan TTL lama masih bisa menyimpan cache. Uji dari beberapa resolver sebelum menyimpulkan record gagal.
Apa itu CNAME flattening di Cloudflare?
CNAME flattening adalah proses Cloudflare mencari IP akhir dari target CNAME lalu mengembalikan IP tersebut. Fitur ini membantu CNAME di zone apex dan dapat mempercepat resolusi, tetapi bisa mengganggu verifikasi CNAME tertentu.
Apakah DNS Cloudflare berpengaruh ke SEO?
DNS yang rapi membantu website stabil, cepat diakses, aman, dan minim downtime. Dampaknya tidak berdiri sendiri, tetapi mendukung pengalaman pengguna, crawling, keamanan, dan performa teknis website.
Apakah perlu menghapus DNS lama setelah pindah ke Cloudflare?
Record lama di provider sebelumnya tidak lagi aktif jika nameserver sudah berpindah ke Cloudflare. Namun salin dulu record penting sebelum migrasi agar website, email, dan verifikasi tidak hilang.
Bisakah CodeF membantu setting DNS Cloudflare?
Bisa. CodeF dapat membantu audit DNS, setting Cloudflare, memperbaiki email domain, mengatur SSL, menghubungkan hosting, dan menyiapkan struktur teknis website. Hubungi CodeF melalui 0813-989-12341 jika konfigurasi domain sudah mulai mengganggu operasional.