Reporter Search Engine Watch Sachin Patel melaporkan pada 2 November 2026 bahwa Google sedang menguji tautan Visit site sebagai pengganti Read more pada beberapa iklan Google Search di hasil bersponsor. Menurut liputan tersebut, label Read more sudah terlihat di sponsored results selama beberapa bulan. Pada observasi terbaru, Patel melihat frasa Visit site menggantikan Read more. Google belum mengumumkan rollout resmi. Jadi statusnya tetap pengujian antarmuka, bukan kebijakan iklan baru bagi pengiklan.
Perubahan semacam ini sering muncul per perangkat, wilayah, atau kuota tampilan. Pembaca di Indonesia bisa saja belum melihat varian yang sama di SERP lokal. Observasi di luar negeri pun tidak otomatis berlaku untuk seluruh akun Google Ads.
Iklan Google Search: Visit site menggantikan Read more
Framing CTA berubah dari Read more ke Visit site. Read more terdengar seperti membuka detail tambahan di halaman pencarian. Visit site lebih eksplisit menunjuk ke situs pengiklan. Patel menempatkan temuan ini sebagai kelanjutan seri uji label pada iklan berbayar. Sebelumnya, liputan 27 Oktober 2026 memperlihatkan label Visit site berbeda di sudut iklan, dengan teks biru, latar putih, dan border. Keduanya masih laporan satu reporter dengan tangkapan layar, bukan dokumentasi resmi Google Ads Help.
Tim yang memantau tampilan SERP perlu mencatat varian UI tanpa langsung mengubah struktur kampanye. Google tidak menginstruksikan pengiklan menyesuaikan bidding, copy iklan, atau asset karena munculnya Visit site. Bila uji ini aktif di impression Anda, yang berubah hanya teks entry point tambahan di sekitar iklan, bukan tujuan landing page kampanye.
Klik tetap menuju website pengiklan
Poin penting dari Search Engine Watch: mengklik Read more maupun Visit site membawa pengguna ke website pengiklan. Perilaku itu sama dengan mengklik judul iklan. Anda perlu membedakannya dari sitelink, asset produk, atau elemen iklan lain yang bisa menunjuk URL berbeda.
Bagi tim landing page, relevansi halaman tujuan tetap krusial. Kecepatan muat dan kesesuaian dengan intent iklan pun tetap jadi faktor utama, terlepas dari label CTA di SERP. Label yang lebih eksplisit bisa mengubah ekspektasi pengguna sebelum klik. Namun artikel sumber tidak menyertakan data click-through rate atau Quality Score. Sumber belum memverifikasi klaim kenaikan CTR dari perubahan teks CTA di UI Google Search, jadi jangan jadikan itu dasar optimasi kampanye.
Konteks SERP berbayar dan yang belum diketahui
Google kerap menjalankan beberapa uji visual pada sponsored results secara paralel. Underline, hyperlink biru, dan format sitelink ikut dilaporkan Search Engine Watch dari reporter yang sama. Pola itu menunjukkan Google bereksperimen dengan lebih banyak titik klik di iklan, bukan sekadar mengganti satu string teks secara global.
Belum ada pengungkapan resmi soal cakupan geografis uji Visit site versus Read more. Persentase impression, segmentasi perangkat, dampak metrik iklan, dan opsi label bagi pengiklan juga belum dijelaskan sumber primer maupun sekunder kredibel. Perubahan ini tidak menyentuh ranking organik atau format snippet organik. Tim SEO yang hanya mengelola konten non-berbayar tidak perlu menyesuaikan strategi on-page karena berita UI iklan ini.
Meski channel berbayar dan organik berdampingan di halaman Google, logika alokasinya berbeda. Perbandingan iklan PPC versus SEO tetap relevan: iklan Search mengejar visibilitas instan dengan anggaran, organik mengejar pertumbuhan jangka panjang tanpa biaya per klik. Uji label CTA tidak mengubah logika itu.
Akhirnya, pantau tampilan iklan di SERP yang Anda targetkan. Catat tanggal dan perangkat bila Visit site muncul. Prioritaskan relevansi landing page dan pesan iklan alih-alih mengubah struktur kampanye tanpa sinyal resmi. Liputan Google AI Overviews membantu melihat bagaimana blok AI dan iklan berbayar berdampingan di halaman pencarian, tanpa menyamakan uji CTA ini dengan perubahan kebijakan ranking.

