Google Connected Apps Platform masuk tahap preview pada 28 Oktober 2026, menurut pengumuman di blog Google. Platform ini memberi developer satu tempat untuk membangun dan mengelola aplikasi yang tampil di Search, aplikasi Gemini, atau keduanya. Akses dibuka bertahap, jadi belum semua developer dapat langsung memakainya.
Tanggal 28 Oktober mengikuti zona waktu penerbit, sedangkan redaksi menayangkan beritanya pada 29 Oktober WIB.
Dua jalur integrasi ke Connected Console
Developer mengintegrasikan MCP server yang berjalan di cloud, atau Android MCP lewat AppFunctions APIs. Setelah itu mereka memakai Google Connected Console untuk mendaftar, menguji, dan mengirim aplikasi untuk ditinjau. Dokumentasi developer Connected Apps menjelaskan bahwa jalur server memakai protokol terbuka Model Context Protocol, dengan panduan OAuth 2.1 untuk mengotorisasi aplikasi Gemini bertindak atas nama pengguna.
Dokumentasi yang sama menggambarkan platform ini sebagai jalur terstandar agar satu integrasi dapat menjangkau beberapa produk Google, tanpa membangun sambungan khusus untuk tiap produk. Pengguna menautkan aplikasi satu kali, lalu dapat mengakses data akun terkini dan menjalankan tindakan di layanan itu langsung dari percakapan. Untuk antarmuka interaktif, dokumentasi menyebut MCP Apps sebagai opsi tambahan.
Jalur Android bekerja berbeda. Menurut dokumentasi yang sama, AppFunctions menjadi solusi MCP milik Android, dan eksekusi tool dapat berlangsung lokal di perangkat lewat Jetpack AppFunctions SDK. Protokol yang dipakai jalur pertama juga mendasari banyak server untuk kebutuhan SEO, seperti yang dibahas dalam ulasan 20 MCP untuk SEO.
Selama preview, onboarding lewat Connected Console bersifat swalayan. Dokumentasi menyebut console mencakup registrasi tool, evaluasi penggunaan, serta proses tinjauan dan publikasi, dan developer yang berminat harus mendaftar ke program preview. Halaman ringkasan itu tidak memuat endpoint, scope, atau format manifest, jadi detail teknisnya perlu dicek pada panduan lanjutan.
Pilihan surface, review, dan status partner
Sebelum tinjauan, developer memilih apakah aplikasi akan tayang di Search, aplikasi Gemini, atau keduanya. Pilihan itu belum berarti persetujuan, karena Google menyatakan aplikasi tetap melewati proses review dan pengumumannya tidak merinci kriteria lolos. Google memang menggambarkan platform ini sebagai cara membangun sekali dan menjangkau pengguna berintensi tinggi di dua surface, tetapi tidak menjanjikan volume trafik tertentu.
Google menyatakan lebih dari 50 Connected Apps sudah diluncurkan di Search dan Gemini, mencakup bidang seperti produktivitas, tiket acara, serta kesehatan dan kebugaran. Integrasi Adobe, Experian, Localiza, dan Peloton sudah aktif bagi pengguna di Gemini, lalu dijadwalkan masuk ke Search dalam beberapa pekan. Integrasi baru Calm akan diluncurkan di Search dan Gemini sekaligus.
Status partner karena itu belum seragam. Ada yang sudah live di satu surface dan baru menyusul di surface lain. Pengumuman menyebut akses akan diperluas ke lebih banyak developer, pasar, dan produk Google dalam beberapa bulan, tanpa menyebut negara tertentu. Ketersediaan di Indonesia belum dapat dipastikan dari sumber ini.
Cakupan platform juga perlu dibatasi dengan benar. Sumber hanya membahas Search dan aplikasi Gemini, bukan ekstensi Chrome atau add-on Google Workspace, jadi ketiganya tidak boleh disamakan. Satu integrasi yang dibangun sekali pun tidak otomatis tayang di semua produk Google, sebab pilihan surface dan hasil review ditentukan per aplikasi.
Pemantauan dan kontrol merek setelah tayang
Begitu aplikasi tayang, console menampilkan metrik trafik, latensi, dan tingkat error. Developer juga menjaga identitas merek, termasuk logo terverifikasi dan akun yang terautentikasi, menurut pengumuman Google. Berdasarkan daftar metrik itu, data console berguna untuk mengawasi kesehatan integrasi, tetapi ketiganya tidak mengukur konversi atau kepuasan pengguna.
Alur dalam sumber memperlihatkan pembagian peran yang jelas. Server atau fungsi aplikasi menyediakan kapabilitas, console mengatur registrasi dan review, dan Search atau Gemini menjadi tempat pengguna berinteraksi. Berdasarkan pembagian itu, gangguan pada sisi aplikasi kemungkinan akan tampak sebagai lonjakan latensi atau error di console, sedangkan keputusan tayang tetap bergantung pada review Google.
Konektor lokal juga perlu dibedakan dari distribusi lewat platform ini. Tutorial MCP Google Analytics di localhost menjalankan server di komputer sendiri untuk editor seperti Cursor, sedangkan Connected Apps menargetkan Search dan Gemini dengan tinjauan dari Google.
Hal yang belum dijawab Google Connected Apps Platform
Sumber yang diperiksa tidak menyebut jadwal ketersediaan umum, harga, kuota, SLA, atau kelayakan per negara. Kebijakan privasi, lokasi data, dan batas tanggung jawab penyedia aplikasi juga belum dijelaskan pada halaman tersebut. Satu console memang dapat menyederhanakan pengelolaan integrasi, tetapi pekerjaan autentikasi, review, dan pemantauan tetap berada di tangan developer.
Bagi pemilik aplikasi, preview ini lebih tepat dipahami sebagai pintu masuk evaluasi. Developer perlu menyiapkan server MCP atau fungsi Android, menguji alur otorisasi, lalu menunggu tinjauan sebelum tahu surface mana yang diizinkan tayang.
Hal yang layak dipantau berikutnya adalah panduan teknis lanjutan di dokumentasi, waktu Adobe, Experian, Localiza, dan Peloton muncul di Search, serta perluasan akses preview ke pasar baru.





