Node.js 26.13.0 menandai transisi branch 26.x ke Long Term Support (LTS) dengan codename Lithium, menurut catatan rilis resmi yang Richard Lau tulis. Branch ini akan menerima pembaruan sampai akhir April 2029. Halaman jadwal rilis Node.js mencatat pembaruan terakhir v26 pada 28 Oktober 2026 dengan status LTS.
Nilai rilis ini terletak pada status siklus hidupnya, bukan pada fitur. Isi kodenya sama dengan 26.12.1 kecuali metadata seperti objek process.release yang kini menandai LTS. Perbaikan dari rilis keamanan 26.12.1 pada 21 Oktober 2026 tetap ada di 26.13.0. Tim yang sudah memakai 26.12.1 tidak mendapat perubahan perilaku dari kenaikan ini. Kode atau tooling yang membaca process.release dapat melihat nilai yang berbeda.
Status LTS Node.js 26.13.0 dan jendela dukungan sampai April 2029
Halaman jadwal rilis menjelaskan bahwa versi mayor Node.js menjalani fase Current selama enam bulan. Sampai Node.js 26, versi bernomor genap kemudian pindah ke Active LTS, sedangkan mulai Node.js 27 siklusnya menjadi tahunan dan setiap versi mayor masuk LTS setelah fase Current. Dokumen itu juga menyatakan status LTS biasanya menjamin perbaikan bug kritis selama total 30 bulan. Aplikasi produksi sebaiknya hanya memakai rilis Active LTS atau Maintenance LTS.
Tabel pada halaman itu mencatat Node.js 26 muncul pertama kali pada 5 Mei 2026. Jadi masuknya ke LTS terjadi sekitar enam bulan kemudian dan cocok dengan fase Current yang digambarkan dokumen. Tabel yang sama menampilkan v26 sebagai LTS dengan kolom codename kosong ketika redaksi memeriksa halaman itu pada 29 Oktober 2026. Sumber tidak menjelaskan selisih tersebut, jadi nama Lithium mengikuti catatan rilis.
Tanggal April 2029 berasal dari catatan rilis proyek dan menggambarkan jendela pembaruan, bukan kontrak layanan. Bagi tim yang masih di branch lain, tabel jadwal menunjukkan Node.js 24 (Krypton) dan 22 (Jod) berstatus LTS dengan pembaruan terakhir 20 Oktober 2026, sedangkan Node.js 20 dan 25 sudah EOL. Rilis 26.13.0 tidak mengubah status kedua branch LTS itu. Namun batas waktu migrasi dari 24 atau 22 tetap bergantung pada jadwal dukungan masing-masing, bukan pada kehadiran LTS baru.
Dampaknya berbeda menurut posisi tim. Pengguna yang sudah menjalankan 26.12.1 hanya menukar label, sedangkan tim yang menunggu status LTS sebelum mengadopsi Node.js 26 kini punya titik mulai yang sesuai dengan rekomendasi proyek untuk produksi. Itu inferensi dari isi catatan rilis dan halaman jadwal. Kesiapan tiap aplikasi tetap harus tim buktikan lewat pengujian sendiri.
Libatomic dan dependency saat pindah dari LTS lama
Catatan rilis menyisipkan satu peringatan bagi tim yang naik dari LTS sebelumnya, yaitu Node.js 24, 22, atau yang lebih lama. Sejak Node.js 25, binary resmi untuk Linux terhubung ke libatomic. Pustaka itu mungkin perlu Anda pasang terpisah tergantung distribusi Linux. Image container minimal serta server dengan paket terbatas patut Anda cek lebih dulu.
Halaman jadwal rilis menyebut fase Current memberi penulis library waktu menambahkan dukungan untuk versi baru. Setelah fase itu berakhir, giliran pemakai mengecek apakah dependency mereka benar-benar sudah menyesuaikan. Label LTS menandai dukungan jangka panjang dari proyek Node.js, bukan jaminan bahwa semua library dan native addon langsung berjalan. Catatan rilis tidak memuat daftar kompatibilitas dependency. Berikut pertanyaan yang perlu tim jawab dari inventaris proyek masing-masing:
- Apakah runtime di laptop, CI, container, server, dan serverless memakai versi yang sama?
- Apakah native addon tersedia untuk OS dan arsitektur target?
- Apakah image Linux memiliki libatomic bila dibutuhkan?
- Apakah dependency utama menyatakan dukungan Node.js 26?
- Apakah test, observability, dan rencana rollback sudah siap?
Pemeriksaan addon per arsitektur juga berlaku di platform serverless. Pembahasan AWS Lambda Web Functions dan VPS untuk Node.js mencatat runtime awal layanan itu adalah Node.js 24 di Arm64. Jadi addon yang tim bangun untuk x86 perlu uji ulang sebelum pindah.
Sumber resmi belum menyebut pengaruh perpindahan ini terhadap workload tertentu. Hal itu memang tidak dapat tim tentukan tanpa test suite serta daftar dependency proyek. Karena rilisnya identik dengan 26.12.1 di luar metadata, hasil uji pada 26.12.1 yang sudah ada kemungkinan masih relevan. Tetapi tim perlu mengonfirmasi lewat pipeline masing-masing.
Akhirnya, redaksi masih menunggu pembaruan halaman jadwal rilis untuk codename dan rincian fase LTS branch 26, serta rilis patch berikutnya untuk branch tersebut.




